Tahun Anjing Tanah: Bagaimana Proyeksi Tren PHK?

PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) menjadi momok yang sangat menakutkan untuk pekerja-pekerja nasional seiring dengan perlambatan kinerja di beberapa sektor industri meskipun memang ada beberapa sektor yang menunjukkan kecemerlangan.

Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemenkar, ada sebanyak 9.822 pekerja yang terkena PHK sejak bulan Januari sampai dengan November 2017. Angka ini turun dari periode yang sama di tahun sebelumnya yakni sebesar 12.274 pekerja. Jumlah PHK tersebut pasalnya berasal dari 2.345 buah kasus yang ada di seluruh wilayah di Indonesia.

Dilansir dari CNN Indonesia yang memiliki kesempatan untuk mewawancarai Haiyani Rumondang, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-Jamsos) untuk membahas adanya tren PHK yang bakal terjadi di tahun Anjing Tanah ini. dan bagaimanakah prediksinya? Ini lah petikan wawancaranya. Untuk pewawancara, diberi huruf P dan Haiyani diberi huruf H.

Wawancara dengan Haiyani Rumondang

P: Tahun lalu angka PHK sudah menurun, bagaimana Anda melihatnya unutk tahun ini?

H: Jika saya lihat, memang tahun ini jumlah PHK juga bakal turun, karena ternyata bakal ada peningkatan partisipasi –partisipasi yang datang dari sektor-sektor yang lainnya juga. Kami masalahnya belum tahu apakah ini bakal berlanjut ke arah sana atau belum. Artinya dari sisi tingkat penganggurannya menurun. Namun hanya saja, apabila ditelaah secara lebih dalam, apakah dia bakal pindah platform atau pindah sektor. Ini tentunya juga tak hanya Kementerian Ketenagakerjaan Bandar Togel Online yang bakal mengkajinya, namun juga sektor-sektor yang lainnya.

Kalaupun melihat tren PHK, apalagi terkait dengan disrupsi perekonomian dan juga platform digital, pandangan orang memang lah selalu langsung saja mengarah PHK. Jangankan negara kita, di Inggris saja baru memulai peta digital platform 2017 dan Australia juga begitu. Thailand juga begitu, sama. Artinya, orang akan langsung beranggapan, “Wah, ini langsung bakal PHK besar-besaran.”

Saat ini kami benar-benar melihatnya secara mendalam. Dan kami juga melakukan networking dengan beberapa perusahaan untuk lihat persiapannya. Mereka juga tentu saja memiliki persiapan yang tak hanya untuk sekarang. Seperti misalnya di perbankan, yang tak perlu saya sebutkan namanya di sini. Dari setahun mereka sudah mempersiapkan dan juga mengantisipasi datangnya disrupsi ini, sehingga, mereka memiliki program. Misalnya saja mereka melakukan perencanaan baru pada divisi yang mana dianggap akan didera oleh digital platform.

Jika jenis pekerjaan ini akan berkurang ya, maka, itu bukan langsung berarti akan PHK, namun dilakukan beberapa langkah. Misalnya saja dilakukan pelatihan untuk bisa masuk ke jenis pekerjaan yang lainnya yang ada di sana juga.

Kalaupun misalnya nanti pekerjaan ini dihapus sama sekali dan dari segi kompetensinya tak memadai, maka bakal dilakukan pelatihan atau juga peningkatan kompetensi. Jika peningkatan kompetensi tersebut belum ada, maka nanti bisa alih profesi.

Ada juga beberapa program yang memberikan bantuan anggaran program pemberdayaan. Jadi kalaupun nantinya bakal pindah profesi, tidak di area yang ada di sana mesti bakal ada upaya dan juga langkah yang lainnya. Untuk tren PHK, kami secara terus terang belum bisa melihat secara detail dan kami juga tak bisa langsung mengatakannya tanpa melihat langsung pembuktiannya. Ternyata ada 1 perusahaan yang sekarang keluar angka PHK misalnya sekian, lalu kami undang. Ternyata dia bagus juga, langkah-langkahnya bagus, jadi ada beberapa tindak lanjut dan pilihan untuk perusahan itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *