Ancaman Penjara 8 Tahun Untuk Pelaku Joke Bomb Di Penerbangan

Mahasiswa yang menyebutkan membawa bom di ranselnya, FN terancam sanksi 8 tahun penjara karena menyebabkan kepanikan dalam pesawat. AKBP Wawan Kristyanto, kepala Polresta Pontianak mengatakan bahwa berhubungan dengan kejadian tersebut kepolisian menggunakan pasal 437 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan yang ancaman hukumannya hingga 8 tahun penjara.

 

Kronologi Joke Bomb FN

Hingga sekarang FN masih berada di tahanan kepolisian demi menjalani pemeriksaan karena keisengannya tersebut. Sesuai keterangan Wawan, pada saat itu FN sendirian saat berbicara kepada pramugari. Ulah FN tersebut diistilahkan dengan joke bomb, karena masyarakat tak diperbolehkan berbicara tentang bom dalam lingkungan airport. Pada saat itu pramugari bertanya kepada FN apa isi tasnya dan langsung dijawab dengan bom. Pada waktu itu sudah boarding dan hampir semua  penumpang togel singapura telah berada di dalam pesawat sehingga menimbulkan kegemparan sampai beberapa penumpang terluka.

 

Kepanikan itu terjadi di pesawat Lion Air JT687 tujuan Pontianak – Jakarta di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya pada Senin 28/5/2018. Penumpang pun akhirnya membuka pintu darurat pesawat yang menuju ke bagian sayap. Dari video amatir yang viral, tampak situasi kepanikan saat para penumpang berhamburan keluar dari pesawat. Beberapa bahkan nekat melompat dari sayap sambil membawa barangnya masing-masing untuk menyelamatkan diri.

 

Akibatnya, 7 orang terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit TNI AU Dr Mohammad Sutomo untuk memperoleh perawatan pertama. Iyan Wijaya, salah satu penumpang yang terluka mengatakan bahwa ia nekat terjun dari sayap pesawat saat mendengar ada penumpang yang membawa bom. Dirinya mengaku panic dan ikut melompat dari pesawat yang berakibat kakinya terkilir. Selain itu penumpang tersebut juga mengatakan bahwa ia tak mendengar sendiri perkataan tersangka FN tentang bom, namun dari penumpang lain.

 

Pemilik kursi penumpang nomor 19 D itu menceritakan bahwa kondisi di dalam kabin saat itu benar-benar kacau. Seorang penumpang tanpa instruksi dari awak pesawat nekat membuka pintu darurat dan penumpang lari berhamburan melalui pintu tersebut dan ia melompat hingga kaki kanannya cedera. Bersama sejumlah penumpang lain Iyan sempat dilarikan ke unit gawat darurat rumah sakit setelah sebelumnya mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis Bandara Supadio.

 

Tersangka adalah mahasiswa

Tersangka FN diketahui adalah mahasiswa di salah satu universitas di  Pontianak yang baru saja lulus dari studinya dan hendak pulang kampung ke Wamena Papua. Pada perjalanan mudiknya tersebut menuju Jayapura sebelumnya ia harus transit dahulu di Jakarta. Kepolisian tak hanya memeriksa tersangka melainkan juga dua orang pramugari Lion Air berkaitan dengan kejadian tersebut. Akibatnya, penerbangan pesawat Lion Air JT 687 harus ditunda pasca kekacauan itu. Walaupun demikian para penumpang tetap diterbangkan ke Jakarta dengan pesawat pengganti.

 

Peristiwa tersebut memicu pro kontra di social media apalagi dengan mencuatnya dugaan bahwa pramugari pesawat salah dengar karena FN tak bermaksud mengatakan bom. Saat ditanya ia mengaku menjawab laptop dan bukannya bom sehingga meminta pramugari yang membantunya agar berhati-hati. Beberapa netizen berpendapat bahwa salah paham tersebut disebabkan logat bicara masyarakat Indonesia timur yang kerap terlalu cepat. Sementara beberapa yang lainnya menganggap bahwa itu hanyalah alasan dari FN agar lolos dari tuduhan. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mendapatkan petunjuk apakah FN benar-benar pelaku joke bomb tersebut atau kejadian tersebut murni salah paham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *