Kepala Desa Studi Banding Ke Luar Negeri Untuk Memperluas Wawasan

Kepala Desa Studi Banding Ke Luar Negeri Untuk Memperluas Wawasan

Kepala Desa Studi Banding Ke Luar Negeri Untuk Memperluas Wawasan, Pemerintah berencana akan memberangkatkan kepala desa.

Kegiatan studi banding ke luar negeri, upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas mutu dan perluasan wawasan yang akan diperoleh. Hal ini terkait dengan pembangunan desa pada tahun 2019 mendatang.

Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo berharap dengan satu tujuan.

Bahwa tahun depan terutama untuk desa yang sudah maju bisa menjadi desa percontohan bagi desa-desa lain di Indonesia.

Kepala Desa Studi Banding Diantaranya Melalui Kegiatan 

Eko yang telah menyampaikan beberapa keinginannya supaya desa yang telah maju dapat melakukan studi banding ke luar negeri, bisa menjadi desa percontohan.

Hal ini disampaikan Eko setelah mendampingi Presiden Joko Widodo melakukan sosialisasi prioritas dana penggunaandesa di tahun yang akan datang di Lapangan Desa watesjaya, Cigombong, Kabupaten Bogor.

Menurut penuturannya, pemerintah di tahun 2019 akan memfokuskan di bidang peningkatan Sumber Daya Manusia

Maka dari itu, kepala desa dan pendamping desa dipilih sehingga dapat memberikan inovasi untuk membangun produktivitas desanya dan menambah wawasan yang luas untuk menyikapi persoalan yang muncul dari masyarakat.

Studi banding ke negara yang lebih maju berguna bagi kepala desa untuk mengamati, meniru, dan memodifikasi penanganan masalah lingkungan yang sesuai dengan geografis dan kebudayaan Indonesia.

pada tahun depan, Menurut penuturan Eko pada sekitar bulan Januari atau Februari sudah mengirimkan kepala, pendamping, dan aparat desa ke negara yang lebih maju.

Disana mereka akan belajar mengenai pengelolaan di bidang pertanian dan kesuksesan pelaksanaan bidang usaha di negara maju serta keberhasilan yang lainnya untuk bisa diterapkan di desanya.

Kepala Desa Studi Banding Dengan Upaya peningkatan wawasan

Terkait lokasi anggaran, Menteri Eko menjelaskan akan ada anggaran mencapai 1 triliun. Dana ini tidak diambil dari APBN melainkan dari kerjasama dengan Bank Dunia.

Program dari Bank dunia juga terkait pemberdayaan masyarakat. Penjelasan lainnya, bahwa pembahasan ini akan segera dibicarakan dengan pihak Bank Dunia untuk studi banding ke luar negeri.

Rencananya akan dikirimkan ke Korea, China, Jepang, dan Korea. Sedangkan pembahasan sosialisasi yang membahas prioritas dana untuk desa di tahun 2019.

Presiden Indonesia, Jokowi Widodo mengingatkan agar dana desa untuk pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan inovasi baru bagi desa.

Kepala Desa Studi Banding dengan pemanfaatan penggunaan dana untuk meningkatkan produktivitas bagi desa.

Rencana tahun ke depan, menurut Jokowi, dari fokus ke infrastruktur akan berubah ke jalur pemberdayaan ekonomi, masyarakat, dan inovasi desa. Misalnya, masih banyak potensi yang mampu dikembangkan dari desa dengan tempat wwisata.

Hal ini dapat meningkatkan perlajuan ekonomi di daerah sekitarnya dan meningkatkan kesejahteraan bagi warganya.

Hal lain yang patut diketahui yakni laporan dari Kemendes PTT bahwa dana desa telah mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Seperti; pasar desa sebanyak 7421 unit, kegiatan BUMdesa sebanyak 35145 unit, embung desa sebanyak 3026 unit. Terbangunnya 1.028.2225 meter jembatan, sarana irigasi sebanyak 39656 unit dan sarana prasarana lainnya.

Selain itu, dana desa juga membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan membuat sejahtera bagi warganya dengan terbangunnya 942.927 layanan air bersih, 48.649 berdirinya PAUD, 18.477 ada posyandu.

Dana desa tidak bisa langsung dilihat manfaatnya untuk tahun ini. Maka itu harapan kedepannya dapat memperoleh hasil yang besardari pembangunan ini.

Selain itu, dana desa bisa menjadi investasi bagi desa dengan membuka lapangan kerja baru sehingga dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran.

Tahun Anjing Tanah: Bagaimana Proyeksi Tren PHK?

PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) menjadi momok yang sangat menakutkan untuk pekerja-pekerja nasional seiring dengan perlambatan kinerja di beberapa sektor industri meskipun memang ada beberapa sektor yang menunjukkan kecemerlangan.

Berdasarkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan atau Kemenkar, ada sebanyak 9.822 pekerja yang terkena PHK sejak bulan Januari sampai dengan November 2017. Angka ini turun dari periode yang sama di tahun sebelumnya yakni sebesar 12.274 pekerja. Jumlah PHK tersebut pasalnya berasal dari 2.345 buah kasus yang ada di seluruh wilayah di Indonesia.

Dilansir dari CNN Indonesia yang memiliki kesempatan untuk mewawancarai Haiyani Rumondang, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-Jamsos) untuk membahas adanya tren PHK yang bakal terjadi di tahun Anjing Tanah ini. dan bagaimanakah prediksinya? Ini lah petikan wawancaranya. Untuk pewawancara, diberi huruf P dan Haiyani diberi huruf H.

Wawancara dengan Haiyani Rumondang

P: Tahun lalu angka PHK sudah menurun, bagaimana Anda melihatnya unutk tahun ini?

H: Jika saya lihat, memang tahun ini jumlah PHK juga bakal turun, karena ternyata bakal ada peningkatan partisipasi –partisipasi yang datang dari sektor-sektor yang lainnya juga. Kami masalahnya belum tahu apakah ini bakal berlanjut ke arah sana atau belum. Artinya dari sisi tingkat penganggurannya menurun. Namun hanya saja, apabila ditelaah secara lebih dalam, apakah dia bakal pindah platform atau pindah sektor. Ini tentunya juga tak hanya Kementerian Ketenagakerjaan Bandar Togel Online yang bakal mengkajinya, namun juga sektor-sektor yang lainnya.

Kalaupun melihat tren PHK, apalagi terkait dengan disrupsi perekonomian dan juga platform digital, pandangan orang memang lah selalu langsung saja mengarah PHK. Jangankan negara kita, di Inggris saja baru memulai peta digital platform 2017 dan Australia juga begitu. Thailand juga begitu, sama. Artinya, orang akan langsung beranggapan, “Wah, ini langsung bakal PHK besar-besaran.”

Saat ini kami benar-benar melihatnya secara mendalam. Dan kami juga melakukan networking dengan beberapa perusahaan untuk lihat persiapannya. Mereka juga tentu saja memiliki persiapan yang tak hanya untuk sekarang. Seperti misalnya di perbankan, yang tak perlu saya sebutkan namanya di sini. Dari setahun mereka sudah mempersiapkan dan juga mengantisipasi datangnya disrupsi ini, sehingga, mereka memiliki program. Misalnya saja mereka melakukan perencanaan baru pada divisi yang mana dianggap akan didera oleh digital platform.

Jika jenis pekerjaan ini akan berkurang ya, maka, itu bukan langsung berarti akan PHK, namun dilakukan beberapa langkah. Misalnya saja dilakukan pelatihan untuk bisa masuk ke jenis pekerjaan yang lainnya yang ada di sana juga.

Kalaupun misalnya nanti pekerjaan ini dihapus sama sekali dan dari segi kompetensinya tak memadai, maka bakal dilakukan pelatihan atau juga peningkatan kompetensi. Jika peningkatan kompetensi tersebut belum ada, maka nanti bisa alih profesi.

Ada juga beberapa program yang memberikan bantuan anggaran program pemberdayaan. Jadi kalaupun nantinya bakal pindah profesi, tidak di area yang ada di sana mesti bakal ada upaya dan juga langkah yang lainnya. Untuk tren PHK, kami secara terus terang belum bisa melihat secara detail dan kami juga tak bisa langsung mengatakannya tanpa melihat langsung pembuktiannya. Ternyata ada 1 perusahaan yang sekarang keluar angka PHK misalnya sekian, lalu kami undang. Ternyata dia bagus juga, langkah-langkahnya bagus, jadi ada beberapa tindak lanjut dan pilihan untuk perusahan itu. For more information check out http://wolfinace