Fakta Menarik Film Epik Captain Marvel (2019)

Marvel Cinematic Universe (MCU) kembali mengeluarkan film garapannya yang membahas mengenai seorang superhero. Namun berbeda dengan cerita yang dibawakan oleh MCU sebelumnya, film kali ini menampilkan sosok superhero yang berjenis kelamin perempuan untuk pertama kalinya. Film yang tayang pada 6 Maret 2019 ini merupakan film bertokoh utama perempuan pertama yang digarap oleh MCU.

Pemeran Utama SerukanKampanye Keberagaman

Film kali ini menunjuk Brie Larson sebagai pemain utama yang memerankan tokoh Carol Danvers. Aktris yang mendapatkan pemeran utama ini merupakan salah satu aktivis yang giat mengutarakan permasalahan mengenai keberagaman dan kehidupan multikultur. Hal tersebut juga terlihat ketika Brie Larson tampil untuk mempromosikan film garapan Marvel ini.

Brie Larson mengemukakan bahwa ia mengusung tema mengenai inklusivitas, representasi, kekerasan seksual dan anti pelecehan dalam setiap mempromosikan film Captain Marvel (2019) ini. Brie juga menyatakan mengenai aksi yang di lakukan untuk mendorong isu representasi togel online dan keberagaman melalui wawancara, sampul majalah hingga pakaian yang ia kenakan. Selain itu, aksi nyata yang dia lakukan untuk mengampanyekan keberagaman salah satunya yaitu dengan menggalang dana untuk memberikan makanan dan tiket nonton gratis bagi anak-anak perempuan di organisasi Girls Inc.

Karakter Carol Danvers yang diperankan dengan epik

Karakter Carol Danvers sebagai tokoh utama superhero dalam film ini dihadirkan dengan sangat bagus dan sukses. Dalam film ini, Brie Larson menghadirkan wajah yang tegas dan mempunyai magnetik kuat untuk membuat penonton merasa dekat dengan karakter utamanya. Brie Larson yang tampil sebagai Carol mendapatkan kesan yang sangat kuat dari gambarannya sebagai tokoh superhero tersebut.

Terlihat dari daya magnetik yang Brie miliki, gambaran perempuan yang tegas sangat terpatri dalam benak penonton. Hal tersebut terlihat dari keterampilan dan keberaniannya ketika melakukan suatu pertarungan yang mana di dalamnya juga membawa perasaan yang mengena bagi para penonton film ini.

Film ini juga turut disertai dengan karakter Nick Fury dan Phil Coulson muda yang menampilkan kedekatan dan ketersambungan antara keduanya. Selain itu, dalam film ini karakter Nick Fury muda dibangun bukan sebagai karakter yang tegas dan tidak kenal ampun. Akan tetapi justru merupa\kan karakter yang dapat mencairkan suasana ketika tengah berada dalam nuansa ketegangan.

Selain itu, nuansa retro sangat kental dirasakan dalam film Captain Marvel (2019) ini. Hal tersebut bukan hanya dari musik dan latar temapt-tempat yang diperlihatkan kepada penonton. Akan tetapi juga terlihat dalam cara berpenampilan para pemainnya. Bahkan gaya rambut Carol Danvers yang merupakan tokoh utama dalam film ini juga dibuat dengan gaya rambut masa 90-an yang sangat kental dengan nuansa retronya.

Menghadirkan Plot Yang Menarik

Film ini berkisah mengenai Carol Danvers yang mempunyai kekuatan setelah mengalami kecelakaan hebat. Carol dalam hal ini mendapatkan kekuatan yang hampir tidak terbatas sehingga membuat ia selalu berada di dalam bahaya. Hal tersebut yang membuat Carol di masa depan dijadikan sebagai salah satu harapan bagi para Avengers lainnya.

Kekuatannya tersebut menjadikan Carol menjadi senjata bagi Bangsa Kree yang mana pada akhirnya akan membuatnya bertemu dengan Nick Fury. Dari situ pula Carol dapat mengetahui mengenai asal-usul dirinya ketika masih berada di Bumi. Kisah ini menceritakan mengenai Bumi yang kedatangan makhluk dari galaksi yang jauh yang mana pada mulanya juga berasal dari Bumi tersebut. Kisah dalam film ini disajikan dengan kekuatan yang percaya diri meskipun masih jarang penonton yang mengetahui secara jelas mengenai karakter sosok superhero perempuan ini.

Lima Besar Film di Box Office Korea

Kabar datang dari Box Office Korea Selatan yang sama seperti negara yang lainnya, masih dikuasai oleh Thanos dengan film Avengers: Infinity War. Film Marvel ini juga menguasai Box Office Korea Selatan  yang terkenal sekali dengan kesetiaannya memilih film lokal.

Film Marvel itu dibuka dengan angka yang sangat fantastis di berbagai dunia termasuk di Korsel. Bahkan, Infinity War juga menguasai 85% layar di Korea Selatan dan juga menyumbang 95% dari total Box Office akhir pekan ini.

Kemudian fakta itu membuat parlementer Korea Selatan berencana membuat peraturan baru terkait dengan ‘invansi’ film asing ke layar lebar negara itu. Di sisi yang lainnya, menurut Dewan Perfilman Korea, box office Korsel pekan ini tak hanya dikuasai oleh Infinity War, akan tetapi film lainnya juga termasuk dari Italia. Apa saja?

Leo Da Vinci: Mission Mona Lisa

Film ini adalah film asal Italia yang merupakan film animasi. Kisahnya tentang perjalanan hidup sang maestro Leonardo Da Vinci waktu masih muda sampai dirinya terkenal dan menghasilkan maha karya Monalisa. film bandar togel hk ini digarap dengan konsep anak-anak yang khas. Sejak dirilis di Korea Selatan 26 April lalu, film ini menempati posisi kelima Box Office.

True Fiction

Film thriller yang bertemakan politik dan kriminal ini bercerita tentang Kyung Seok (Oh Man Seok) yang jadi kandidat presiden dari sebuah partai pertahanan dan juga dikenal sangat menikmati hidupnya. Sampai suatu hari, ia berkunjung ke sebuah villa untuk menyembunyikan dana rahasia milik ayah mertuanya. Dan di sana, ia bertemu dengan Soon Tae (Ji Hyun Woo) dan ua terlibat dalam sebuah insiden yang mengubah hidupnya.

Rampage

Kisah gorila raksasa dan manusia ini jatuh ke posisi ketiga dari yang sebelumnya menjuarai Box Office akhir pekan Korea Selatan beberapa waktu yang lalu. Kali ini Rampage cuma mampu menjual 23 ribu buah tiket dan mendapatkan US $182ribu. Angka ini pasalnya sangat jauh dari pekan lalu dengan pendapatan US $3 juta dengan tiket yang terjual 363 ribu.

Intention

Nampaknya performa dari film dokumenter Intention ini patut mendapat pujian. Walaupun bukan tergolong film komersial dan mesti bertarung dengan film-film besar yang lainnya, film karya Kim Ji Young tersebut masih bisa bertahan di posisi kedua dan posisi ini sama dengan pekan yang lalu.

Fikm Intention ini adalah film dokumenter yang mana secara ilmiah menganalisis perjalanan kapal feri Sewol yang dulu tenggelam, tepatnya tanggal 6 April 2014 menggunakan teknologi untuk bisa menemukan penyebab kejadian tersebut.

Akhir pekan yang lalu film Intention ini sukses menjual tiket sebanyak 38 ribu tiket dan mampu mendapatkan US $305 ribu sejak dirilis pada tanggal 12 April 2018. Intention pun sudah menjual 476 ribu tiket dan bisa meraup US $3,6 juta.

Avengers: Infinity War

Di posisi pertama Box Office Korea Selatan, Thanos sukses menginvansi negara ini. Perang akbar superhero Marvel Cinematic Universe ini sontak menduduki puncak Box Office Korea Selatan dengan angka yang sangat fantastis yakni 3.1 juta tiket yang terjual dan pendapatan US $27,4 juta pada akhir pekan yang lalu.

Angka yang fantastis ini wajar karena mengingat jaringan bioskop terbesar baik yang besar ataupun independen memberikan layar mereja pada karya Russo bersaudara tersebut. Sebanyak kurang lebih 2.553 layar diberikan pada Avengers: Infinity War. For help with online gaming check out ibebet top 10 betting site in nigeria

Synopsis Dan Sekilas Tentang Film Benyamin Biang Kerok

Rasanya tak ada orang Indonesia yang tak mengenal sosok Benyamin Sueb atau akrab disapa dengan Benyamin S. Nama tersebut memang begitu melegenda bahkan setelah wafatnya hingga saat ini masih banyak yang membicarakan karya dan bakat seniman besar Betawi tersebut. Hanung Bramantyo, sutradara kawakan dengan film-film-nya yang mencapai raihan penonton tinggi di layar lebar kali ini mencoba menghadirkan kembali sosok tersebut melalui actor serba bisa Reza Rahardian dalam sebuah film Benyamin: Biang Kerok. Berikut sinopsisnya.

 

Synopsis film Benyamin Biang Kerok

Film ini mengisahkan tentang seorang anak betawi kaya raya yang jatuh hati kepada gadis cantik bernama Aida. Tetapi cinta Pengki tak berjalan mulus karena demi mendapatkan Aida ia harus berhadapan dengan Said, seorang mafia lokal yang populer dan ditakuti yang juga mendekati Aida untuk menjadi istrinya. Di lain pihak ia juga harus memenuhi keinginan orang tuanya untuk meneruskan bisnis keluarga yang sesungguhnya tak diinginkannya. Bagaimana Pengki menyelesaikan semua itu?

 

Tentang film Benyamin Biang Kerok

Sebagaimana film Warkop DKI Reborn, Benyamin Biang Kerok yang versi orisinilnya dirilis di tahun 1972 merupakan film remake. Selain Reza, film ini juga bertabur actor dan aktris populer tanah air, mulai dari Rano Karno, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Komar, Melaney Ricardo, Adjis Doaibu, Delia Husein, dan masih banyak lagi.

 

Film remake ini bagi Reza juga merupakan tantangan yang berbeda karena sangat berbeda jauh dengan film-film yang sebelumnya ia bintangi. Tak hanya berakting, di sini Reza juga harus menyanyikan lagu-lagu Benyamin seperti Manis dan Sayang, Biang Kerok, Abang Pulang, Di Sini Aje, Pergi Ke Bioskop, Hujan Gerimis, dan Ondel-Ondel. Berbeda dari versi orisinalnya, lagu-lagu tersebut juga diaransemen ulang pada film tersebut.

 

Reza bahkan harus menari dengan suara khas serta gesture atau bahasa tubuh yang persis dengan seniman togel online legendaries tersebut. Paling tidak ada 8 lagu yang akan dinyanyikan oleh Reza pada film yang siap dirilis pada 1 Maret 2018 tersebut.

 

Bila dahulu film-film Benyamin lebih banyak diminati kalangan masyarakat menengah bawah, tetapi film garapan Hanung Bramantyo kali ini akan digarap dengan konsep komedi musical seperti layaknya  film La La Land sehingga menjadi Benyamin: Biang Kerok yang milenial dan kekinian. Harapannya tentu film ini juga dapat menggapai kalangan menengah atas serta semakin banyak yang mengenal seniman besar tersebut.

 

Yang menarik, film ini tak termasuk dalam genre komedi atau biopic dan digarap tak melulu dengan melibatkan kemajuan teknologi tetapi juga dikombinasikan dengan unsur budaya Betawi, politik, serta social yang sangat lekat pada film-film Benyamin S sebelumnya.

 

Tanggapan keluarga Benyamin S

Keluarga besar Benyamin yang diwakili sang putra, Beno, menyambut positif produksi film yang merupakan tribute bagi ayahandanya tersebut. Namun Beno juga mengatakan bahwa pihak keluarga sama sekali tak dilibatkan oleh Falcon Pictures selama proses syuting tersebut berlangsung. Alasanya ternyata agar hasil film tersebut dapat menjadi kejutan bagi keluarga besar. Meskipun demikian Beno dan keluarga mengatakan bahwa melihat trailer film tersebut ia berpendapat bahwa sosok Reza memang cocok sekali untuk memerankan ayahnya yang biasa ia panggil babeh.

 

Reza sendiri sempat bertemu dengan keluarga besar Benyamin S dan kesempatan tersebut menjadi ajang Beno untuk menyampaikan semacam pesan dan nasehat kepada Reza. Ada beberapa hal yang merupakan rambu-rambu yang tak boleh dilanggar berkaitan dengan acting Reza dalam memerankan tokoh yang berjasa mengangat budaya Betawi tersebut. For more information check out https://financerr.co.uk/

Review Film Along With The Gods: The Two Worlds

Awal tahun 2018 ini dunia perfilman akan semakin semarak dengan dirilisnya film Korea Along With the Gods: The Two Worlds yang juga mencapai kesuksesan di Negara asalnya. Film ini merupakan adaptasi dari serial komik webtoon dengan judul yang sama. Hanya dalam 16 hari penayangan, film ini telah ditonton oleh lebih dari 10 juta orang. Penasaran? Inilah synopsis dan reviewnya untuk  Anda.   Synopsis film Along With the Gods: The Two Worlds Film ini mengisahkan tentang seorang pemadam kebakaran bernama Ja-Hong yang tewas dalam tugas karena tergelincir dari atap gedung tinggi setelah menyelamatkan korban kebakaran. Arwahnya kemudian dijemput oleh 3 malaikat yang mendampinginya dalam pengadilan di akhirat. Mereka adalah Kapten Kang-Rim (Ha Jung-Woo), Seaman Mac (Ju Ji-Hun), Duk-Choon (Kim Hyang-Gi). Para malaikat tersebut bertugas untuk membela Ja-Hong dalam persidangan dosa-dosa yang dilakukan semasa hidupnya.   Hasil pengadilannya sangat baik karena ia adalah orang yang berbudi semasa hidupnya. Ia pun menjadi suri tauladan di alam akhirat dan memberinya kesempatan untuk kembali ke dunia atau reinkarnasi. Tetapi sebelumnya ia harus menempuh pengadilan di setiap tingkatan neraka. Ia pun meminta satu  kesempatan untuk bertemu dengan ibunya melalui mimpi. Dengan bantuan ketiga malaikat tersebut akhirnya ia berhasil melewati pengadilan-pengadilan tersebut.   Review film Along With the Gods: The Two Worlds Film ini akan memperkenalkan tentang kepercayaan Budha kepada penonton terutama yang berhubungan dengan kehidupan setelah kematian. Kim Yong-Hwa, sutradara film Togel online ini sukses mengemas Along With the Gods: The Two Worlds dengan rapi menggunakan efek-efek visual modern yang sedap dipandang.   Tak kalah dengan film-film Hollywood CGI pada film ini juga ditampilkan dengan detail dan bagus. Adegan yang menggambarkan neraka juga ditampilkan dengan interpretasi yang cukup menyeramkan sehingga membuat penonton ngeri. Jalan cerita film ini pun cukup bagus dengan mengangkat tema yang cukup jarang, yaitu tentang dua dunia, fana dan akhirat. Persoalan ekonomi yang kerap kali menyeret manusia dalam dosa.   Plot cerita yang menarik saja tentu tak cukup untuk membuat sebuah film menjadi luar biasa bila tak ditunjang oleh performa pemain yang juga jempolan. Di sini Anda dapat menyaksikan acting yang total tetapi natural nama-nama besar dalam perfilman Korea seperti, Ma Dong-Seok, D.O EXO, Kim Dong-Wook, Lee Jung-Jae, Joo Ji-Hoon, Kim Hyang-Gi, Cha Tae-Hyun,dan Ha Jung Woo.   Berbicara tentang kualitas acting, tentu apresiasi tertinggi patut diberikan kepada Ha Jung-Woo dan Cha Tae-Hyun yang sanggup membawakan peran dalam film tersebut dengan begitu apik. Melalui peran mereka penonton seolah turut terbawa dalam suasana film ini.   Film ini juga menampilkan sosok dewa dan dewi yang berada di akhirat dan nyatanya sangat menghibur pada film ini. Selain itu Along With the Gods: The Two Worlds juga menyimpan pesan moral yang cukup sarat. Melalui film ini Anda akan disadarkan bahwa selalu ada cacat dalam pribadi seseorang, walaupun ia adalah seorang suri teladan karena manusia memang diciptakan untuk tidak sempurna.   Tak berbeda dengan film atau drama Korea yang sering kita saksikan, cerita dalam film ini mampu membuat emosi penonton seolah diaduk-aduk. Anda mungkin akan tertawa terbahak-bahak sampai menangis tersedu saat menonton film ini. Jadi, jangan sampai melewatkan Along With the Gods: The Two Worlds ini di bioskop-bioskop kesayangan Anda.  For help with financing go to installment loans for bad credit no payday loans